Posted by cano on Aug 27, '08 3:26 AM for everyone
Masih cerita seputaran Phnom Penh, selama ini kalau kita wisata pasti gak jauh dari hal-hal yang menarik dan indah atau menakjubkan. Namun di Phnom Penh kurang lengkap bila tidak mengunjungi Toul Sleng Genocide Museum (former khmer rouge s 21 prison), dan The Killing Field. Jadi pada tahun 1976an terjadi perang saudara atau keinginan Pol Pot untuk mengubah negara Kamboja menjadi negara komunis, yang terkenal dengan Khmer Rouge atau Red Khmer. Khmer disini dimaksud suku bangsa Kamboja, merah menunjukan lambang komunis.

Orang-orang yang berpendidikan seperti: mahasiswa, guru, profesor, pelajar, kerja di pemerintahan, pengusaha semuanya diculik dan dibawa ke Toul Sleng untuk diintrogasi sambil disiksa, Mulai dari 10 aturan yang salah satu isinya adalah dilarang tersenyum, menangis ketika diintrogasi, penyiksaan dimulai dari kepala tiap orang dibor pada bagian belakang, kuku yang dicabut kemudian direndam alkohol, puting susu wanita yang dicabut, disetrum di kursi listrik, dicambuk, digantung, direndam di dalam gentong air. Bayangkan itu semua terjadi pada setiap orang yang diculik dan dibawa ke Toul Sleng, dikurung dalam sel berukuran 1 x 1 meter. Tanpa penerangan kaki diborgol besi, kotor, bau. Banyak pula yang berusaha bunuh diri karena tidak tahan dengan siksaan.

Areanya cukup luas dengan 4 bangunan besar bertingkat, semua koridornya ditutup dengan jalinan kawat berduri. Tidak mungkin untuk kabur melarikan diri. Pagar luarnya pun dilapisi oleh tembok tinggi dengan kawat berduri.

Jujur saya merasa cukup merinding melihat tiap sel, foto-foto yang dipajang baik mayat-mayat yang bergelimpangan, pas foto para korban yang baru masuk ke Toul Sleng, foto penyiksaan. Dan alat-alat yang digunakan untuk menyiksa atau membunuh, dari cangkul, arit, cambuk, golok, bor udah deh segala perlengkapan keras yang bisa membuat orang mati.

Hmm aura kematian, kesedihan, penderitaan dan kesengsaraan begitu terasa di area ini. Jujur begitu kembali ke hotel saya langsung mengganti seluruh pakaian, dan kebetulan salah satu rombongan ada yang bisa sembahyang ala Bali merasa lebih baik deh begitu dapet tirta suci....

Posted by cano on Aug 26, '08 11:50 AM for everyone
Fiuh, akhirnya setelah menunggu waktu sekitar dua minggu menuju tanggal 19 Agustus 2008, berangkat juga grup Kinarya Gencar Semarak Perkasa atau yang lebih dikenal dengan Kinarya GSP. Tujuan keberangkatan kali ini juga untuk memenuhi undangan KBRI di Phnom Penh, Kamboja, dengan tajuk Indonesian Night 2008. Menampilkan sejumlah tarian klasik tradisional Indonesia dan modern Indonesia dengan akar dar tarian klasik Indonesia.

Singkat cerita kami berangkat dari Jakarta dengan Singapore Airlines SQ 957 Jakarta-Singapore, keberangkatan pkl. 11.40 dan tiba di Singapore pkl. 14.15 dilanjutkan ke Phnom Penh dengan Silk Air MI 608 tujuan Phnom Penh pkl. 16.20. Total perjalanan dari Jakarta hingga Phnom Penh adalah 5 jam 30 menit dengan transit di Singapore (lumayan bo buat makan dan belanja!! he he). 

Jujur ketika diberitahukan akan mendarat di Phnom Penh, saya langsung celingak celinguk liat di jendela pesawat, loh mana kotanya, mana bandaranya, mana suasana pinggiran bandara, kok yang ada malah tanah-tanah kosong atau hutan-hutan menjelang tandus. Hmmm jangan-jangan si airport benar-benar jauh di luar kota. Ya sudah pasrah aja (sambil membayangkan perjalanan lalu ke Pyong Yang, Korea Utara). Sesampai touch down, baru ngeh kalau sudah di Bandara Udara Internasional Phnom Penh. Ya ampun kecil banget seperti di Manado atau hmmm seperti di Yogya, tapi bedanya ini lebih sepi dan ada tulisan Khmer sebesar billboard yang naga-naganya juga gak ngerti.

Turun dari pesawat langsung deh motret-motret suasana bandara lengkap dengan pesawatnya. Sesampai gedung airport kami disambut oleh orang-orang KBRI, (aduh maaf lupa deh nama lengkap mereka) dimulai dari Pak Eko, Ibu Novi, Pak Ichwan, Pak Rwitomo, Pak Endang (cs nih secara sama-sama tukang dokumentasi) dan lainnya (maaf lagi gak disebut namanya satu persatu). Secara spontan kami digiring menuju VIP Room, uuh sejuknya ruangan berac dengan foto-foto black and white Angkor Wat, kami pun duduk manis, sambil masih plenga plengo ha ha ha oh ya lupa total rombongan kami 25 orang. Sudah duduk tenang, diberi cemilan snack dan minuman yesco susu kedelai.

Setelah acara ramah tamah basa basi, kami melanjutkan perjalanan ke Hotel Cambodiana, sekitar 20 menit dari airport. Perjalanan dari airport ke hotel unik, kenapa? Lajur mobil seperti Eropa, sebelah kanan, banyak motor, banyak pengendara motor tanpa helm, satu motor bisa 5 (lima) orang, banyak mobil mewah, dari Hummer hingga Prado. Suasana kota yaah mirip Bekasi, Cianjur gitu deeh atau bagi yang udah lebih lama di Jakarta menganggap Phnom Penh seperti kota Jakarta tahun 1970an.

Hotel mewah nan sejuk ber-ac menjadi penginapan kami selama satu minggu dari kamar 401-444 dan 509. 

Coba panggung di Chaktomouk Convention Hall yang hanya 5 menit dari hotel menggunakan kendaraan dijadwalkan tanggal 22 Agustus 2008, kami dari pkl. 10.00 hingga GR pkl. 19.30 sudah di gedung Chaktomouk. Chaktomouk sendiri artinya empat muka, yang menurut orang setempat dinamakan begitu karena patokan dari Angkor Thom dimana empat muka ini adalah pengejawantahan Raja Jayawarman VII. Atau juga pengertiannya adalah Chaktomouk Convention Hall ini tepat di tepi Sungai Mekong dan tepat aliran yang melewati gedung ini merupakan perempatan dari anak sungai Mekong.

Tanggal 23 Agustus, semenjak sore semua panitia yang notebene orang-orang KBRI super sibuk mengingat protokol dari kerajaan juga yang mengatur. Raja Norodom Sihamoni akan hadir menyaksikan pertunjukan Indonesian Night 2008. Protol kerajaan menyiapkan, kursi, meja, dan panggung kecil khusus untuk duduk sang raja di depan semua kursi yang ada dan letaknya lebih tinggi dari kursi lain.

Teng! Tepat pkl. 18.30 iringan mobil kerajaan datang...dan mercedez hitam berhenti tepat di depan pintu masuk teater, maka munculah Raja Sihamoni yang disambut oleh Pak Eko, Pak Guruh Sukarno Putra (selaku komisaris Kinarya GSP, dan sahabat karib raja), menteri kebudayaan Kamboja, Princess Buppha Devi (kakak Raja Sihamoni). Mereka beriingan masuk ke gedung. Setelah raja bersalaman dengan para dubes, tamu VIP, relasi kerajaan, maka dimulailah acara Indonesian Night 2008.

Tarian pertama adalah tarian Lambang Sari, musik, lirik, koreografi oleh Guruh Sukarno Putra. Tarian ini diciptakan dan dipersembahkan untuk Raja Sihamoni dan simbol persahabatan Indonesia Kamboja. Tarian yang berunsur dari bedhaya, legong, ini dibawakan oleh 7 penari wanita dan berdurasi selama 10 menit. Tarian yang dibawakan adalah:

1. Lambang Sari
2. Legong Jobog
3. Oleg Tambulilingan
4. Indonesia Jaya
5. Welcome To Indonesia
6. Gairah Teruna
7. Seri Sumatera
8. Gita Asmara
9. Jaipong
10. Kangkung Bandung
11. Manuk Dadali
12. Baris Tunggal 
13. Gandrung
14. Dunia Indonesia

Acara berlangsung sukses selama dua hari, Princess Buppha Devi hingga datang kembali untuk show hari kedua yaitu tanggal 24 Agustus. Jumlah kapasitas ruangan adalah 546 kursi, habis terisi semua, banyak yang berdecak kagum akan tarian-tarian yang tidak monoton, unik, ekspresif dan lincah. Banyak berpikir akan membosankan, ternyata berbeda sekali! Malahan hari kedua penonton tidak beranjak dari kursi mereka terus berdiri dan akhirnya meminta foto bersama penari. Sungguh luar biasa!!

Kami sempat mengunjungi The Killing Field, Genocide Museum Toul Sleng (former Khmer Rouge S 21 Prison), Pasar Rusia. Kembali ke tanah air tanggal 26 Agustus dengan MI 622 tujuan Singapore, yang dilanjutkan dengan SQ 962 tujuan Jakarta. Oh ya sebelum kami pulang, KBRI mengadakan makan malam bersama dan pemberian bingkisan dari Ibu-ibu Dharma Wanita Phnom Penh. 

Pelepasan kami diadakan di VIP Room bandara oleh Pak Eko, Pak Rwitomo, Ibu Novi, Pak Yanto, Pak Ichwan dan lain-lain. Sambil  menunggu proses check in saya pun tak segan meminum susu kedelai he he he....(rfn/26/08/08 10.55pm)

Posted by cano on Aug 14, '08 1:58 PM for everyone
Lagi seneng lagu jadul dari musical play Annie, yap apalagi kalau bukan Tomorrow banyak banget yang dinyanyikan tap sekarang seneng versi Lea Salonga he he he....

Ada satu lagu dari Lea Salonga yang judulnya Nandito Ako dari bahasa Tagalog yang artinya I Am Here...tau lagu ini dari Mr. Dong yang emang asli orang Philipina sama seperti Lea Salonga. Lebih kurang liriknya seperti ini:

Nandito ako umiibig sa iyo
Kahit na nagdurugo ang puso
Kung sakaling iwanan ka niya
Huwag kang mag-alala
May nagmamahal sa iyo
Nandito ako


Bacanya sama seperti tulisannya saja langsung....seru!!! Familiar dengan lirik lagu ini??

My life will never be the same
My heart is burning without shame
I feel the sun in me
When you return you'll see a change
My heart is whispering your name
My love is calling once again
And I shall always be
all you believe, all you can dream
I'm not the same

Some people search all their lives
I feel that my turn has come
to reach high into the sky
And finally, a star shines on me
Finally, I can touch eternity

My life will never be the same
Your love surrounds me once again
Endless horizons glow
and show me all I need to know
Our lives will never be the same
My love, an everlasting flame
Burning eternally for you alone
when you're with me
in love eternally for you alone
when you're with me, in love again





Posted by cano on Aug 7, '08 8:40 AM for everyone
Dua minggu lagi tanggal 27 agustus, yang artinya harus sudah siap segala-galanya dari urusan visa, tiket, dan penginapan. Jujur ini pengalaman pertama urusin kerjaan di Australia, biasanya tau beres aja tau kasiin paspor dah gitu terbang deh.

Tapi sekarang lain cerita, mulai dari teleponan dengan panitia Festival Indonesia 2008 di Melbourne hingga travel perwakilan di Jakarta yang resmi ditunjuk untuk mengurus perjalanan kami. 

Tadinya keputusan dari Mr. Boss pakai SQ berangkat tanggal 27 Agustus 2008 ya sudah pesan deh segala keperluan di travel, masukin nama-nama peserta, kasih copy id card, kartu keluarga, rekening koran bank, pas photo. Baru mau issued ticket, mendadak Mr. Boss berubah pikiran, kita pakai Garuda saja, nanti kamu hubungi dan buat surat permintaan compliment ticket ke Garuda Indonesia. Berangkatlah saya ke kantor Garuda di airport, sesampai di sana saya menitipkan dengan Ibu Anna sekeretaris Pak Emirsyah Satar (Dirut Garuda Indonesia Airlines). Dan baru tadi siang, saya dapat kabar dari Garuda karena harus menunggu lagi dari bagian marketing, kira-kira jawabannya hari rabu minggu depan.

Mendadak si hp berdering, pihak travel menanyakan kepastian, SQ atau Garuda. Kalau melebihi tanggal 10 Agustus besok artinya nama kami berenam digeser statusnya dari group ticket menjadi tiket perorangan, dan dikenakan biaya tambahan USD 250/orang. Yah, apa mau dikata travel tetap saya pegang daripada saya lepas, dan misalnya Garuda meleset nah mau pakai getek ke Australianya???

Jujur sih Garuda agak sanksi, sekarang lai peak season, kayaknya gak akan dapet. Oh ya saya juga sampai minta bantuan ke Kepala Cabang Garuda Indonesia, Pak Husein Syarif di Melbourne, namun beliau mengatakan tetap keputusan dan issued ticket ada di Jakarta.

Ya ampun, artinya kejadian deh melebihi tanggal 10 Agustus..... kalau gak sampai dapet, harus siap terima konsekuensinya. Soal Kamboja sudah tidak ada masalah karena tiket sudah di tangan dan confirmed tanggal 19 Agustus berangkat, 19 Agustus pagi.

Tiap hari yang ada sedikit cemas juga karena sampai tanggal segini tiket ke Australia belum di tangan sedangkan visa jadi tertunda juga. I need fresh air.........

Makanya sabtu besok mau jalan dulu ama keluarga ke Carita, menginap di Pondok Parahyangan Carita, di daerah Labuan, pulang minggu siang.

Posted by cano on Jul 31, '08 6:24 AM for everyone
Si buku satu ini memang terkenal cukup mahal, bayangkan saja satu bukunya bisa mencapai harga Rp 300.000,- ya tiga ratus ribu rupiah. Tapi apa mau dikata, memang bukunya unik dan dijamin njelimet untuk membuatnya. Biasanya bercerita tentang cerita anak seperti Alice In Wonderland, Harry Potter, CInderella dan lainnya. Bahkan ada juga tentang ilmu pengetahuan seperti phobia, architecture, prehistorica hingga tentang sex.

Jujur baru punya 4 buah buku itu pun susah payah mencarinya, yang tiga membeli di Borders Singapore, satunya di Aksara Kemang. Duh, gak berasa sih sekali beli ada tujuh ratusan ada yang lima ratusan, tapi gimana hobby siiiiihhh. Kan namanya perpustakaan harus punya segala jenis buku.

Posted by cano on Jul 29, '08 9:42 AM for everyone

judul di atas merupakan judul lagu dari musical play Miss Saigon, yang dibawakan pertama kali oleh Lea Salonga. Di mana si Lea menjadi bintang broadway setelah memerankan Kim di Miss Saigon.

You will be who you want to be...salah satu kata-kata di lagu tersebut, hmm dari kalimat itu sudah dapat kita ambil satu pengertian.


Posted by cano on Jul 21, '08 7:03 AM for everyone
Kenapa? Iyalah setiap detik belajar, contoh baru kali ini ditunjuk sebagai project manager GSP untuk berperan serta Festival Indonesia 2008 di Melbourne. Di sini saya jadi tahu proses, kontak-kontak dengan travel, kepanitiaan, membuat surat permohonan menjadi sponsor, how to persuade agar mau mensponsori. Ketemu orang-orang kedudukan tinggi sebuah perusahaan untuk meminta keperansertaan.

Wah, sibuk dan ribet tapi menyenangkan saya jadi tahu banyak hal, sampai kode tiket kalau tercantum HK artinya dah Ok kalau HL belum Ok, tadinya menurut saya gak penting sekarang jadi tahu.

bertemu teman baru yang asli orang Philipina memaksa saya harus menggunakan bahasa Inggris, kendatipun si Philipina ini fasih bahasa Indonesia tapi dia meminta saya menggunakan bahasa Inggris. Seru kan??!?!

Yang pasti tiket SQ untuk tujuan Jkt-Melbourne udah booking tinggal tgl 28 Juli untuk di issued. Urusan Kamboja SQ penuh alternatif menggunakan MH yang nyubuh banget dan kepagian sampai di Phnom Penh. Ha ha ha, tuh kan belajar lagi menyesuaikan diri di negeri orang tanpa ada yang kenal sementara menunggu rombongan selama hampir 5 jam...Cihuy seru deh...



Posted by cano on Jul 11, '08 5:24 AM for everyone
bagi informasi tentang tempat hiburan dan gedung teater untuk penampilan (misalnya) priscilla queen on the dessert, phantom of the opera, mammamia, turandot...dan lainnya.

terutama di kota melbourne, sydney, brisbane dengan jadwal kegiatan dari tanggal 27 agustus hingga 15 september 2008...

Posted by cano on Jun 29, '08 7:34 PM for everyone
Pagi ini begitu semangatnya segar bugar, kendatipunbaru tidur pkl. 04.00 dini hari. Yah, namanya juga perjalanan ke luar negeri selalu menjadi hal yang menyenangkan dan pasti semangat disamping takut tertinggal pesawat.

Hari ini saya akan menuju Kuala Lumpur Malaysia, untuk kesekian kalinya. Tapi tujuan sekarang bukan sekedar main. Ya! Ada kerjaan yaitu jualan dan jaga stand batik di acara Discovery Indonesia 2008 di Mid Valley Kuala Lumpur Malaysia. Setelah melihat dari map, ternyata jauh banget dari si gedung tinggi kembar, agak sebel juga karena artinya harus pintar bagi waktu untuk ngabur ke KLCC. Belanja, tentu saja!! Apalagi sih yang dicari di KLCC, namun saya tidak hanya sekedar berbelanja baju, dan kebutuhan tersier lainnya. Ada 1 dvd yang saya cari, yaitu film Tiga Dara karya Usmar Ismail, jujur susah mendapatkan di Jakarta. Selain film itu saya juga mencari film Putri Gunung Ledang, legenda Melayu yang terkenal itu.

Hmm....ada satu hal yang gak ketinggalan yaitu bawa jaket, kenapa? Ada teman baik yang mengajak ke Genting Highland, secara malam ke sana dan pastinya dingin dong...Yuuuukkk.

Pesawat Garuda 820 pkl. 10.45 akan memberangkatkan saya ke Kuala Lumpur, mudah-mudahan join passenger dengan MAS, kan seru tuh...Eh sebelumnya ada kejadian yang menyebalkan, yaitu ada salah satu sponsor yang mau menanggung fiskal dan airport ax, mendadak sontak kemarin sore dia tidak mau mengucurkan dananya. Waduuh langsung telepon sana sini untuk meminta bantuan fiskal, alhasil.......uang pribadi dan salah satu sponsor membuat perjalanan ini menjadi lancar tidak tersendat.



Jujur kepagian banget bangunnya, tadi bangun jam 6 sekarang baru pkl. 06.30 secara jam 8nan harus dah berangkat mengingat jumlah bagasi mencapai 12 buah.



Terdiri dari 6 koper pribadi mengingat kami rombongan 6 orang, sisanya yaa barang jualan termasuk patung peraga, gantungan, gawangan deh.

Malaysia .... saya datang.....!!

Posted by cano on Jun 18, '08 7:25 AM for everyone
Jujur, tadinya gak kepikir bisa seperti ini. Saya mendapat kabar di awal bulan Agustus akan bertandang ke Kamboja. Padahal sebelumnya saya selalu berkoar-koar sebelum keliling dunia atau pergi ke negara lain yang notabene harus pakai visa (negara di luar ASEAN) saya harus menginjak Kamboja dan Angkor Vat. Dan alhasil saya suka berimajinasi pergi ke sana ke Phnom Penh, Angkor Vat, The Killing Field, seperti ada daya tarik magis tersendiri antara Angkor dengan saya.

Keinginan ini sudah ada semenjak satu tahun lalu, dan alhamdulilah semalam saya dapat kabar akan diberangkatkan ke sana lengkap dengan Angkor Vat. Hmmm....yang artinya ternyata alam bawah sadar saya  bekerja dan mewujudkan impian saya ini, sebelum saya berkelana ke negara lain. Padahal (entah suatu keajaiban apa) beberapa waktu sebelumnya saya menyaksikan tentang Angkor Vat di National Geographic, penuh penghayatan deh menontonnya.

Senang banget cita-cita saya terkabul. Walau akhir Juni besok ada pameran dulu di Mid Valley Kuala Lumpur Malaysia daaaannn menghadapi Ujian Akhir Semester.

Posted by cano on Jun 17, '08 6:51 AM for everyone
Akhirnya setelah terlepas dari jeratan tugas kampus dari matakuliah international marketing, organizational communication hingga business professional speaking, saya bisa sedikit bernafas lega untuk menulis di blog ini.

Hmm acara padat hingga September nanti, dimulai ke Malaysia ada acara Discover Indonesia 1008 di Mid Valley Kuala Lumpur yang berlangsung dari 30 Juni 2008 hingga 9 Juli 2008, izin gak ikutan UAS matakuliah English For Business. Selepas itu UAS berlangsung hingga minggu kedua. Namun tanggal 27 Juli masih ada ujian praktek business professional speaking. Insya Allah tanggal 28 Juli sudah bisa berangkat ke Beijing dan Hong Kong.

Tanggal 24 Agustus ada acara Festival Indonesia dengan rangkaian 2 kota, yaitu Sydney dan Melbourne berlangsung dari tanggal 24 Agustus hingga 3 September 2008. Kalau memungkinkan dan mendapatkan tiket Turandot di Singapura, saya akan melanjutkan terbang ke Singapura sesampai di Jakarta, kapan lagi nonton Turandot di Singapura??

Posted by cano on May 11, '08 1:43 AM for everyone
Beep.....Beep......si telepon genggam bersuara

"Halo....." dengan nada malas.

"Pak Ficanoe ya?"

"Iya, sopo iki?"

"Pak, saya travel yang mengurus umroh Anda beserta teman-teman Anda, mau memberitahu bahwa Anda dan teman-teman Anda gagal berangkat umroh karena kami tidak sanggup mengurus keberangkatannya, udah over quota.....so on....so....on"


Selesai menerima telepon saya mendapat sms dari beberapa teman yang memberitahukan kegagalan berangkat umroh. 

Waktu itu saya terdiam, dan mengucapkan terima kasih pada Tuhan kalau saya tidak jadi berangkat, pasrah aja toh juga kan gagal berangkat masih rencana Dia. Siangnya saya dan teman-teman sepakat ketemuan di Senayan City untuk melihat pameran batik di lantai 6. Selepas keliling, kami melanjutkan makan du Urban Kitchen. Kami tertawa terbahak-bahak soal kegagalan berangkat, kami semua gak ada yang kecewa dan mensyukuri aja pada rencana Tuhan, kan Tuhan semua yang atur.

Nah, sewaktu makan ada teman saya menawarkan saya untuk kerja pada Pameran Asian Consumer Showcase & Indonesia Today 2008 di Singapura, di Singapore Hall 5 berangkat tanggal 15 kembali ke tanah air tanggal 20 Mei ini. Kerjaan saya hanya mengelola dan menjual produk temanku, yang kebetulan dia berminat ikutan expo tersebut. Saya hanya modal paspor, baju dan kemampuan dagang ala Public Relations. Yah itung-itung mengasah kemampuan berkomunikasi dan pengalaman maka saya ambil saja tawaran tersebut.


Walau hilang sudah deh kesempatan saya menyaksikan konser Vina di JHCC tanggal 17 besok......

Posted by cano on May 9, '08 3:35 PM for everyone
Gila, kaget dan terharu gak tahu harus gimana......hari ini Sabtu 10 Mei 2008 pukul 02.00 dini hari, saya dikabari rabu besok ikut umroh. Di mana, siangnya harus kasih paspor dan buat pasphoto sesegera mungkin!!!

Speechless.......

Posted by cano on May 5, '08 7:17 AM for everyone

Bubuy bulan 
Bubuy bulan sangray bentang 
Panon poe 
Panon poe disasate

Unggal bulan 
Unggal bulan abdi teang 
Unggal poe 
Unggal poe oge hade

Situ Ciburuy laukna hese dipancing 
Nyeredet hate ningali ngamplak caina 
Duh, eta saha nu ngalangkung unggal enjing 
Nyeredet hate ningali sorot socana


Lebih kurangnya diri gua, seperti lagu di atas.....


Posted by cano on May 5, '08 5:34 AM for everyone
Semalam mendadak badan agak meriang, gak tau kenapa. Padahal makan cukup dan gak terlalu cape, akhirnya makan obat pereda sakit, vitamin c dosis 500mg, ama fg trouches. Alhasil, paginya tadi lebih sakit nelen dan lendir di hidung keluar banyak banget. Dan sekarang dah makin baik, walau nekat dihajar minum air es terus. 

Posted by cano on Apr 29, '08 2:11 PM for everyone

Synopsis

Place: PekingChina
Time: Legendary times

[edit]Act 1

In front of the imperial palace.

A Mandarin announces the law of the land ( Popolo di Pekino! - "Any man who desires to wed Turandot must first answer her three riddles. If he fails, he will be beheaded" ). The Prince of Persia has failed and is to be beheaded at moonrise. As the crowd surges towards the gates of the palace, the imperial guards brutally repulse them, a blind old man is pushed to the ground. His slave-girl, Liù, cries for help. A young man hears her cry and recognizes the old man as his long-lost father, Timur, the deposed king of Tartary. The young Prince of Tartary is overjoyed seeing his father alive but urges him not to speak his name because he fears the Chinese rulers who have conquered Tartary. Timur tells his son that of all his servants, only Liù has remained faithful to him. When the Prince asks her why, she tells him that once, long ago in the palace, he smiled upon her (The crowd, Liù, Prince of Tartary, Timur: Indietro, cani! ).

The moon rises, and the crowd's cries for blood turn into silence. The doomed Prince of Persia is led before the crowd on his way to execution. The young Prince is so handsome that the crowd and the Prince of Tartary are moved to compassion and call on Turandot to spare his life (The crowd, Prince of Tartary : O giovinetto! ). She appears, and with a single imperious gesture orders the execution to continue. The Prince of Tartary, who has never seen Turandot before, falls immediately in love. As he cries out her name with joy, the crowd screams in horror: The Prince of Persia has been beheaded.

The Prince of Tartary is dazzled by Turandot's beauty. He is about to rush towards the gong and strike it three times; the symbolic gesture of whoever wishes to marry Turandot when the ministers Ping, Pong, and Pang appear and urge him cynically ( Fermo, che fai? ) not to lose his head for Turandot but to go back to his own country. Timur urges his son to desist, and Liù, who is secretly in love with the Prince, pleads with him in her acclaimed ( Signore, ascolta! ) not to attempt the riddles. Liu's words touch his heart. The Prince tells Liu to make exile more bearable and never to abandon his father if the Prince fails to answer the riddles ( Non piangere, Liù - "Don't cry, Liù" ) . The three ministers, Timur and Liù try one last time to hold the Prince ( Ah! Per l'ultima volta! ) but he refuses to listen.

He utters Turandot's name three times and rushes to the gong that hangs in front of the palace. He strikes the gong three times declaring himself a suitor. From the palace balcony, Turandot accepts the challenge, as Ping, Pang and Pong laugh at the prince's foolishness.

[edit]Act 2

Scene 1: A pavilion in the imperial palace. Before sunrise.

Ping, grand chancellor (Baritone), Pang, grand purveyor (Tenor), and Pong, grand cook (Tenor) from Act 2 Scene 1. This is from the 2002 coproduction of the Mariinsky Theatre, St. Petersburg and the Festspielhaus Baden-Baden.
Ping, grand chancellor (Baritone), Pang, grand purveyor (Tenor), and Pong, grand cook (Tenor) from Act 2 Scene 1. This is from the 2002 coproduction of the Mariinsky TheatreSt. Petersburg and the Festspielhaus Baden-Baden.

Ping, Pang, and Pong lament their place as ministers, poring over palace documents and presiding over endless rituals. They prepare themselves for either a wedding or a funeral (Ping, Pang, Pong: Ola, Pang! ) . Ping suddenly longs for his country house in Honan, with its small lake surrounded by bamboo. Pong remembers his grove of forests near Tsiang, and Pang recalls his gardens near Kiu. The three share fond memories of life away from the palace (Ping, Pang, Pong: Ho una casa nell'Honan ) but are shaken back to the realities of Turandot's bloody reign. They continually accompany young men to death and recall their ghastly fate. As the palace trumpet sounds, the ministers ready themselves for another spectacle as they await the entrance of the Emperor.

Scene 2: The courtyard of the palace. Sunrise.

Screenshot from the same production, Act 2 Scene 2.
Screenshot from the same production, Act 2 Scene 2.

The Emperor Altoum, father of Turandot, sits on his grand throne in his palace. He urges the Prince to withdraw his challenge but the Prince refuses (Altoum, the Prince: Un giuramento atroce ). Turandot enters and explains ( In questa reggia ) that her ancestor of millennia past, Princess Lo-u-Ling, was ravished and murdered by a foreigner, and now out of revenge she has sworn never to let any man possess her. She warns the Prince to withdraw, but again he refuses. The Princess presents her first riddle ( Straniero, ascolta! ) "What is born each night and dies each dawn?" The Prince correctly replies, "Hope."

The Princess, unnerved, presents her second riddle ( Guizza al pari di fiamma ) "What flickers red and warm like a flame, but is not fire?" The Prince thinks for a moment before replying, "Blood". Turandot is shaken. The crowd cheers the Prince, provoking Turandot's anger. She presents her third riddle ( Gelo che ti da foco ) "What is like ice, but burns like fire?" As the prince thinks, Turandot taunts him. Suddenly he cries out victory and announces, "Turandot!"

The crowd cheers for the triumphant Prince. Turandot throws herself at her father's feet and pleads with him not to leave her to the Prince's mercy. The Emperor insists that an oath is sacred, and it is Turandot's duty to wed the Prince (Turandot, Altoum, the Prince: Figlio del cielo ). As she cries out in anger, the Prince stops her, saying that he has a proposal for her. "You do not know my name. Bring me my name before sunrise, and at sunrise, I will die" ( Tre enigmi m'hai proposto ). Turandot accepts. The Emperor declares that he hopes to call the Prince his son come sunrise.

[edit]Act 3

Scene 1: The palace gardens. Night.

In the distance, heralds call out Turandot's command ( Cosi comanda Turandot - "This night, none shall sleep in Peking! The penalty for all will be death if the Prince's name is not discovered by morning" ). The Prince waits for dawn and anticipates his victory by singing "Nobody shall sleep!... Nobody shall sleep! Even you, O Princess" ( Nessun dorma ).

Ping, Pong, and Pang appear and offer the Prince women and riches if he will only give up Turandot ( Tu che guardi le stelle ), but he refuses. A group of soldiers then drag in Timur and Liù. They have been seen speaking to the Prince, so they must know his name. Turandot enters and orders Timur and Liù to speak. The Prince feigns ignorance, saying they know nothing. Liù declares that she alone knows the Prince's name, but she will not reveal it. Ping demands the Prince's name, and when she refuses, she is tortured. Turandot is clearly taken by Liù's resolve and asks her who put so much strength in her heart. Liù answers "Princess, Love!". Turandot demands that Ping tear the Prince's name from Liù, and he orders her to be tortured. Liù counters Turandot ( Tu che di gel sei cinta ), saying that she too shall learn love. Having spoken, Liù seizes a dagger from a soldier's belt and stabs herself. As she staggers towards the Prince and falls dead, the crowd screams for her to speak the Prince's name. Since Timur is blind, he must be told about Liù's death, and he cries out in anguish. Timur warns that the gods will be offended by this outrage, and the crowd is subdued with shame and fear. The grieving Timur and the crowd follow Liù's body as it is carried away. Everybody departs leaving the Prince and Turandot. He reproaches Turandot for her cruelty (The Prince, Turandot: Principessa di morte ) and then takes her in his arms and kisses her in spite of her resistance. Here Puccini's work ends. The remainder of the music was completed by Franco Alfano[5]

The Prince tries to convince Turandot to love him. At first she is disgusted, but after he kisses her, she feels herself turning towards passion. She asks him to ask for nothing more but leave, taking his mystery with him. The Prince however, reveals his name, "Calàf, son of Timur" and places his life in Turandot's hand. She can now destroy him if she wants (Turandot, Calàf: Del primo pianto ).

Scene 2: The courtyard of the palace. Dawn.

Turandot and Calàf approach the Emperor's throne. She declares that she knows the Prince's name: "It is ... love!" ( Diecimila anni al nostro Imperatore! ). The crowd cheers and acclaims the two lovers ( O sole! Vita! Eternita ).


http://en.wikipedia.org/wiki/Turandot


Posted by cano on Apr 29, '08 1:54 PM for everyone

And now I'm all alone again
Nowhere to turn, no one to go to.
Without a home, without a friend
without a face to say hello to
But now the night is near 
And I can make-believe he's here

Sometimes I walk alone at night
When everybody else is sleeping
I think of him and then I'm happy
With the company I'm keeping
The city goes to bed
And I can live inside my head

On my own
Pretending he's beside me
All alone
I walk with him 'til morning
Without him, I feel his arms around me
And when I lose my way, I close my eyes and he has found me

In the rain
The pavement shines like silver
All the lights are misty in the river
In the darkness, the trees are full of starlight
And all I see is him and me forever and forever

And I know it's only in my mind
That I'm talking to myself and not to him
And although I know that he is blind
Still I say there's a way for us

I love him
But when the night is over
He is gone
The river's just a river
Without him, the world around me changes
The trees are bare and everywhere the streets are full of strangers

I love him
But every day I'm lonely
All my life I've only been pretending
Without me, his world will go on turning
The world is full of happiness that I have never known

I love him
I love him
I love him...
But only on my own... 
(sniffle) 

Posted by cano on Apr 19, '08 1:50 PM for everyone
Iya cepetan Bulan Juni mau pergi ke Surabaya nih, pengen main dan foto di depan Patung Sura dan Buaya sama pengen main lagi ke Hotel Majapahit. Keren art deco dan sejarah Indonesia he he he....

Soal makanan jangan ditanya pasti rawon setan dan rawon mba endang di jembatan merah. Dan agak sedikit minuman alkohol yaa di colors atau vertical six JW Mariott. Terus, i want to meet someone who i thought very special for me. Panggil aja si "A", "A" begitu mempesona rajin telepon dan sms saya untuk memberikan perhatian, kadang suka berdebat, yaah sama-sama anak tunggal, sama-sama ego tinggi, sama-sama manja, sama-sama suka susah buat keputusan, sama-sama suka mencari perhatian. 

Yah begitulah kehidupan sekarang, diisi dengan warna baru yang cukup membuat saya sangat bersemangat dan tidak terlalu sendirian. Kok kenapa ya aku dan si "A" banyak kesamaan, suka merasa lonely juga dan cepet suka ama seseorang. Yah gimana yaaa, saya anggap dia memang jodoh dia hingga nanti pas pertemuan aja di bulan Juni. 

Deg-degan sih kalau saya sms dia, tapi agak lama nunggu balasan dia, kenapa yaaaa???? 

Posted by cano on Apr 18, '08 1:22 PM for everyone
Kenapa saya suka begitu mudah suka dengan seseorang? Karena dia tampak begitu mempesona dan perhatian dengan saya? Dan kemudian saya luluh jadi suka dengan dia, padahal belum tentu juga dia ada rasa. Yang sering terjadi adalah emosi saya lebih bermain daripada logika saya.

Jujur malam ini saya menerima telepon dari seseorang nun jauh di sana, saya udah tahu siapa dia karena beberapa hari ini kami sering berbalas sms, teleponan. Namun kali ini GONGnya mendadak dia menelepon saya hingga hampir 2 jam penuh. Baterei telepon genggam tadinya full turun 2 baris. Yaah namanya juga CDMA mana ada sih yang awet batereinya.

Juga mendadak sontak jadi suka lagi Save Me From Myselfnya Neng Christina Aguilera yang pasti dari lirik lagu itu gak mengungkapkan atau mencitrakan perasaan saya sekarang yang galau menjelang gundah gulana. Bro Gun jangan geer ya, namamu kan bukan kepanjangan gundah gulana.

Lalu apa yang sebaiknya saya lakukan, kalau udah gini malah harap-harap cemas menanti sms dari dia.......

Posted by cano on Apr 15, '08 7:50 AM for everyone
Buku saya sebagian ditaruh di dalam koper dan dus ukuran besar, tadinya hanya sebesar dus indomie, lalu meningkat menjadi dus ukuran tv 21 inchi dan berkembang ke koper ukuran gede banget.

Hmm lama-lama sumpek juga melihat tumpukan dus dan koper, kemudian saya duet dengan papa buat rak buku ukuran yang menyesuaikan ruangan rumah kami, alhasil setelah belanja ke sana ke mari terkumpulah semua materi yang dibutuhkan.



Pages:1234
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help